Jakarta, Bimas Islam --- Sebanyak lebih dari 200 orang aparatur sipil negara (ASN) Ditjen Bimas Islam kembali mengikuti tes usap PCR massal di Ruang Serbaguna Gedung Kementerian Agama, Jln MH Thamrin, Jakarta pada Kamis (10/02).
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, M. Fuad Nasar mengatakan, tes usap PCR adalah ikhtiar dalam mewaspadai penularan Covid-19 varian Omicron di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
“Tes usap PCR yang kembali diadakan adalah ikhtiar Ditjen Bimas Islam dalam pengawasan dan pencegahan varian Omicron,” kata Fuad saat dihubungi tim pemberitaan bimasislam.
Fuad berpesan, lonjakan Covid-19 akibat penyebaran varian Omicron yang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir adalah ujian bagi kita semua, dan ujian bagi segenap umat beragama.
“Tinggal bagaimana kita menyikapinya dalam hubungan manusia dengan Allah Maha Pencipta dan relasi semesta,” ujarnya.
Selain itu, Sesditjen mengingatkan, sebagai umat yang beriman kepada Allah dan percaya pada sunnatullah (hukum alam yang diciptakan-Nya), seyogianya kita berupaya agar memahami batas-batas antara ikhtiar dan takdir dalam menghadapi lonjakan Covid-19.
“Agar tidak terjebak pada kepanikan yang berlebihan atau sebaliknya kepasrahan yang tidak pada tempatnya dalam menghadapi pandemi ini,” pungkasnya.
Berdasarkan data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 4.604 kasus per Kamis, 10 Februari 2022. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 83,65 persen.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



