Cilacap, Bimas Islam --- Narapidana apalagi yang tersandung kasus terorisme kerap dianggap buruk bahkan menakutkan bagi masyarakat. Anggapan ini tampak logis karena narapidana melakukan kejahatan di masa lalunya.
Namun, anggapan tersebut tidak berlaku bagi sebagian orang. Bagi Penyuluh Agama Islam Kemenag, narapidana juga manusia biasa yang layak mendapatkan kebaikan dan cinta dari sesama. Alasan itu membuat Penyuluh Agama Islam teguh hati mendekati narapidana untuk memberikan bimbingan.
"Kami mendapatkan tugas di Lapas Batu, Besi, Narkotika, Kembangkuning, dan Permisan," ungkap Penyuluh Agama Islam KUA Cilacap Tengah, Slamet Munir saat ditemui bimasislam di Cilacap, Kamis (19/5/22).
Bersama tiga rekan lainnya, Munir secara rutin memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada narapidana. Selain bimbingan agama seperti cara membaca Al-Qur'an dan fikih ibadah, Munir juga menyampaikan wawasan Moderasi Beragama.
"Secara hukum, mereka memang narapidana. Namun dalam hal kemanusiaan, mereka adalah keluarga, saudara, anak, bahkan orang tua kita," tambah Munir.
Konsep itulah yang diterapkan Munir hingga tidak merasa takut saat memberikan bimbingan. Meski demikian, Munir tetap waspada terhadap segala kemungkinan.
"Mereka sedang diuji. Ujian mereka bisa terjadi pada siapa saja sehingga kita tidak boleh merasa benci terhadap orangnya," terang Munir.
Munir juga berharap, bimbingan yang diberikan kepada narapidana termasuk dalam mengajak kepada kebaikan sebagaimana diperintahkan agama.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



