Jakarta, Bimas Islam --- Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kota Bukittinggi memiliki kebiasaan berbagi dengan menyisihkan pecahan uang ribuan hingga puluhan ribu. Uang yang terkumpul tersebut dimanfaatkan untuk membantu unit mikro kecil (UMK) atau masyarakat kalangan ke bawah yang membutuhkan bantuan.
Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Pokjaluh Kota Bukittinggi Rosmiwati saat berbincang santai dengan bimasislam di sela-sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Layanan Konsultasi dan Pendampingan Perkawinan dan Keluarga di Jakarta.
Bimtek tersebut digelar oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam yang diikuti oleh 110 Penyuluh Agama Islam dari 100 KUA yang direvitalisasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
“Kita di Pokjaluh Kota Bukittinggi mempunyai kebiasaan menyisihkan pecahan uang ribuan. Kita namakan program itu sebagai Geser atau Gerakan Seribu. Gerakan ini berawal dari keinginan kita membantu sesama seperti para UMK atau masyarakat tidak mampu,” ujar Rosmiwati, Jumat (18/6).
Menurut Rosmiwati, menyisihkan pecahan uang seribuan juga sebagai bentuk contoh bagi masyarakat agar senang membantu sesama. Terbukti, kata dia, masyarakat mulai ikut menyisihkan pecahan uang melalui Gerakan Seribu, sehingga yang terkumpul lebih banyak lagi.
“Kita juga punya Kelas Tahsin yang tersebar di tiga kecamatan yang ada di Kota Bukittinggi, yaitu Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Aur Birugo Tigo Baleh, dan Guguk Panjang. Dari kelas ini Gerakan Seribu dikenal di beberapa wilayah Kota Bukittinggi,” tuturnya.
“Melalui Gerakan Seribu, kita tidak ingin hanya menyampaikan teori-teori saja, tetapi langsung mengaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari,” lanjut penyuluh yang bertugas di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan ini.
Rosmiwati berharap, melalui program Kelas Tahsin Lansia dan Pralansia, Gerakan Seribu, dan program-program lainnya, masyarakat merasakan kehadiran para Penyuluh Agama Islam di Kota Bukittinggi.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



