Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag RI, Moh. Agus Salim mengungkapkan, penyebaran Islam di Indonesia tidak terlepas dari seniman dan musik.
“Kalau kita telisik dari sejarah para Walisongo terdahulu, seperti Sunan Kudus, Sunan Giri, Sunan Kalijaga, dan lainnya sangat ahli dalam membuat syair dan nada, cara pendekatan yang dilakukan dengan memakai sarana kesenian dan kebudayaan, mereka para para sufi-seniman,” ujar Agus saat ditemui di ruangannya, Kantor Kemenag RI, Jl. MH Thamrin No.6, Jakarta Pusat, Senin (3/5).
Agus menuturkan, zaman dahulu strategi dakwah yang dilakukan Sunan Bonang ialah dengan memainkan wayang dan alat musik gamelan, gending dan tembang yang berisikan nilai-nilai keislaman, sehingga dapat menarik perhatian masyarakat untuk belajar tentang Islam dan mengenal Islam.
Sedangkan di era saat ini, lanjut Agus, banyak seniman yang melakukan dakwahnya melalui musik, misalnya seperti Komunitas Musisi Mengaji (Komuji), sebuah gerakan untuk menyebarkan Islam yang ramah dan menyenangkan.
“Saya mengapresiasi seniman-seniman yang menyediakan wadah bagi anak muda di perkotaan khususnya, yang ingin belajar agama dalam suasana yang santai, namun tetap dalam koridor sesuai syariat,” paparnya.
Selain itu, kata dia, Rhoma Irama dengan Sonetanya, Hadad Alwi dan Sulis dengan lantunan salawatnya, Wali Band, Letto, dan lainnya. Hal itu merupakan strategi dakwah yang unik dan mudah diterima oleh anak-anak muda, yang sejak dahulu sudah dicontohkan oleh para Walisongo.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



