Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengajak umat Islam menyikapi segala macam musibah yang masih melanda Indonesia dengan kesabaran dan ketabahan. Hal ini agar tidak berujung ke dalam suatu bentuk depresi dan keputusasaan.
"Seorang muslim harus yakin bahwa segala sesuatu pasti ada solusinya karena beserta kesulitan ada kemudahan. Selain itu, ajaran Islam juga mengarahkan umatnya agar saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran," papar Fuad, pada Senin (1/3).
Fuad menyampaikan ajaran agama adalah sumber energi mental yang tidak tergantikan selamanya. Ilmu dan kekayaan takkan bisa menggantikan fungsi agama sebagai pegangan hidup manusia.
"Setiap orang harus menjiwai ajaran agama sebagai sandaran jiwa, dan sumber energi mental, agar bisa terselamatkan dari pesimisme dan rasa putus asa," imbuhnya.
Menurut Survei Global Health Data Exchange (2017), Indonesia merupakan negara dengan pengidap gangguan jiwa tertinggi di ASEAN yaitu sebanyak 27,3 juta orang. Depresi, rasa kehilangan, keputusasaan, kesendirian, merasa terkucilkan, bisa jadi pendorong orang untuk bunuh diri.
Oleh karena itu, lanjut Fuad, para ulama, juru dakwah, dan penyuluh agama harus lebih berperan mendekatkan ajaran agama dengan realita kehidupan umat.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



