Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengajak jajaran Kementerian Agama untuk terus meningkatkan budaya literasi yang telah dibangun sejak puluhan tahun lalu oleh para pendahulu.
"Mari terus kita pelihara dan kembangkan kegemaran membaca, menulis, berkomunikasi, serta berpikir kritis, analitis, dan kreatif agar menjadi kebiasaan birokrasi sesuai perkembangan zaman," terang Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Sabtu (6/11/2021).
Fuad mengatakan, gagasan dan goresan pemikiran orisinal para birokrat, baik yang ditulis saat menjabat maupun refleksi setelah selesai menjabat, sangat penting dan dibutuhkan bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan negara dan pemerintahan secara berkelanjutan.
Seiring dengan itu, lanjut Fuad, lembaga pendidikan Islam dan ormas-ormas Islam juga memiliki akar budaya literasi yang kuat bahkan sejak sebelum kemerdekaan.
"Sejarah mencatat, ranjau-ranjau pers dan delik hukum tidak menyurutkan tekad para penulis dan jurnalis untuk menggelorakan cita-cita kemerdekaan di era kolonial, malahan justru mematangkan semangat juang para pejuang literasi masa itu," imbuh Fuad.
Fuad menyatakan, budaya literasi perlu dibangkitkan di masa kini, termasuk dalam konteks dakwah. Kemunculan paham keagamaan yang keliru dan sebagian kecil masyarakat terpengaruh sehingga mengikutinya disebabkan karena terjadinya "kemiskinan literasi" umat di bidang keagamaan.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



