Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar mengajak agar masyarakat memperkuat mental dalam menghadapi kembali melonjaknya penyebaran kasus Covid-19 di tanah air dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali yang telah diumumkan pada 1 Juli 2021.
"Karena imunitas mental sangat penting, di samping imunitas fisik. Marilah kita terus berikhtiar dalam menerapkan protokol kesehatan dan juga berdoa kepada Allah SWT," terang Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam di Jakarta, Kamis (1/7).
Di masa pandemi ini, lanjut Fuad, hampir setiap hari muncul kabar duka. Ada saudara, kerabat, sahabat dan orang-orang baik yang kita kenal meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19. Kesabaran dan berserah diri (tawakal) adalah jalan terbaik dalam menghadapi situasi tersebut.
"Mengutip pernyataan dari filsuf besar dan bapak kedokteran Islam dunia, Ibnu Sina, bahwa kepanikan adalah separuh dari penyakit, ketenangan adalah separuh dari obat, dan kesabaran adalah permulaan dari kesembuhan," imbuhnya.
Fuad menambahkan, penanganan Covid-19 di tanah air membutuhkan kesatuan langkah dan tanggungjawab secara menyeluruh, serta menghindari perseteruan, penyebaran hoax, dan serangan digital di ruang publik dan sosial media yang dapat mengeruhkan situasi dan mengganggu mental masyarakat yang sedang berjuang menghadapi bahaya penularan Covid-19.
"Wabah Covid-19 ini perlu disikapi dengan muhasabah, introspeksi, mawas diri, serta menjauhi sifat-sifat takabur. Mari terus berikhtiar dan terus berdoa. Selamatkan generasi Indonesia," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



