Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengatakan, penanganan Covid-19 membutuhkan strategi penanganan yang tepat, kebijakan yang kredibel dan konsisten serta tanggungjawab secara menyeluruh pada semua elemen pemerintahan dan masyarakat. Kelengahan dan kesalahpahaman mengenai Covid-19 dapat membawa akibat lebih parah.
"Semua warga bangsa diharapkan saling membantu dalam melawan Covid-19. Kita harus menggalang semua kekuatan nasional untuk memenangkan perang melawan virus. Jangan menjadi bangsa yang kalah dan dikalahkan oleh pandemi," papar Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam di Jakarta, Selasa (3/8).
Fuad mengimbau, seluruh elemen bangsa Indonesia harus bersatu padu melawan Covid-19 dan memandangnya sebagai sebuah jihad kemanusiaan. Kedisiplinan untuk mematuhi protokol kesehatan haruslah tumbuh dari kesadaran pribadi, tanpa tekanan dan paksaan.
"Kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, mengurangi kerumunan, serta doa atau kampanye 5M+1D merupakan ikhtiar untuk menjaga diri," lanjut Fuad.
Fuad menambahkan, pandemi Covid-19 menimbulkan berbagai dampak dalam kehidupan bangsa, negara dan dunia. Di antaranya membuat anjloknya perekonomian nasional, memengaruhi sektor keuangan, sistem pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi, serta membatasi keakraban sosial di masyarakat.
(Boy)



