Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar meminta umat Islam mampu mengembangkan warisan kultural yang bersumber dari perjuangan dan pemikiran dari tokoh-tokoh pendiri bangsa dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.
Menurut Fuad, para tokoh pendiri bangsa di masa lalu, seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Muhammad Yamin, Sutan Sjahrir, H. Agus Salim, Mohammad Natsir, K.H.A. Wahid Hasyim, Moh Roem, dan para tokoh yang lainnya banyak menyumbangkan gagasan dan pemikiran brilian untuk persatuan, kesatuan dan keluhuran bangsa yang perlu dikembangkan secara kontekstual oleh generasi saat ini.
"Jejak langkah, pemikiran dan pengabdian mereka perlu dipelajari dan dikembangkan oleh generasi muda agar mampu menciptakan sejarahnya sendiri di masa yang akan datang," papar Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Jumat (19/11/2021).
Fuad menyampaikan alangkah baik sekiranya jejak dokumenter perjuangan dan pengabdian serta karya para tokoh bangsa dari kalangan ulama ditampilkan dalam museum dan library sebagaimana yang dilakukan oleh Pusat Sejarah TNI terhadap para pejuang yang berasal dari dunia militer.
"Kita tentu mengenal museum Jenderal A.H. Nasution, museum Jenderal Ahmad Yani, museum Jenderal Soedirman, museum Pak Harto. Saya berharap hal tersebut, meski tidak serupa, juga diinisiasi untuk para tokoh bangsa dari kalangan ulama dan pemimpin umat, sebagai suatu laboratorium sejarah dan pusat studi bagi generasi penerus," ujarnya.
Fuad berharap, dengan mempelajari perjuangan dan pemikiran para tokoh pendiri bangsa sebagai inspirasi, akan muncul para cendekiawan muslim yang mampu membuat masa depan Indonesia lebih baik.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



