Jakarta, Bimas Islam --- Pada awal Tahun 2019, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menginstruksikan Tiga Mantra yang harus menjadi ruh Kementerian Agama, yaitu Moderasi Beragama, Kebersamaan, dan Integrasi Data.
"Akurasi data itu penting! Hal ini sejalan dengan salahsatu Tiga Mantra Kementerian Agama, yaitu Integrasi Data," demikian disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor saat menjadi narasumber Finalisasi Data SIMBI Tingkat Pusat dan Daerah, Senin (23/9).
Di era 4.0, masyarakat harus memiliki kemudahan dalam mengakses data, dan semua harus lebih cepat. “Jangan sampai masyarakat kesulitan mengakses data yang Ditjen Bimas Islam,” kata Tarmizi.
"Data menjadi fokus utama Ditjen Bimas Islam, karena salah data maka akan salah dalam membuat program kerja, misalnya berapa jumlah masjid, jumlah KUA, sehingga kita punya data jumlah yang harus kita siapkan anggarannya," jelasnya.
Tarmizi menambahkan, dengan data yang akurat, maka penyusunan program kerja Ditjen Bimas Islam bisa sesuai fakta dan data. “Oleh karena itu, saya mengapresiasi atas kontribusi yang diberikan oleh operator aplikasi SIMBI, baik itu di tingkat pusat maupun daerah.
Selain Sesditjen Bimas Islam, dijadwalkan hadir sebagai narasumber antara lain Staf Ahli Menag Bidang Komunikasi dan Informasi, Kepala Biro HDI, Kementerian Kominfo RI, dan BPS.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 23-25 September 2019, di Hotel Swiss-Bellin Kemayoran, Jakarta. Peserta kegiatan ini berjumlah 84 orang yang merupakan operator aplikasi SIMBI, mitra Ditjen Bimas Islam, pejabat/staf di lingkungan Ditjen Bimas Islam, dan perwakilan unit eselon1 lainnya pada Kemenag RI.
Penulis: nhkurniawan
Editor: nhkurniawan
Foto: bimasislam



