Jakarta, Bimas Islam --- Operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M sudah memasuki hari ke-5. Sebanyak 8.702 jemaah sudah berada di Madinah.
Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji kepada seluruh jemaah haji Indonesia.
“Selamat jalan kepada seluruh jemaah haji Indonesia. Selamat menunaikan rukun Islam ke lima. Semoga para jemaah haji Indonesia sehat selalu dan memperoleh haji mabrur,” kata Sesditjen kepada bimasislam, Rabu (08/06).
Sesditjen mengungkapkan, ibadah haji adalah cita-cita setiap muslim yang ingin dicapai sebelum berpulang ke rahmatullah. Haji di Baitullah adalah mahkota ibadah dalam Islam.
“Semakin banyaknya umat Islam yang berangkat dan pulang haji diharapkan memberi dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, meningkatkan kesalehan personal, dan kesalehan sosial yang menjadi dambaan kita semua,” ujarnya.
Selain itu, Sesditjen mengingatkan kepada seluruh jemaah haji untuk sungguh-sungguh menjalankan seluruh rangkaian ibadah. Termasuk wukuf di Arafah tanggal 9 Zulhijah merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji.
Wukuf mengangkat martabat kemanusiaan dan melambangkan kesetaraan umat manusia di hadapan Allah, lanjut Fuad. Semua jemaah haji memakai pakaian ihram, yaitu pakaian berwarna putih tiada berbentuk. Baik kepala negara maupun rakyat biasa sama-sama melepaskan baju kebesaran, menanggalkan pangkat, dan atribut duniawi yang membedakan satu sama lain.
“Karena itu Rasulullah mengungkapkan dalam hadis bahwa inti ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Suasana pada waktu wukuf menggambarkan miniatur Padang Mahsyar nanti ketika berkumpulnya umat manusia setelah dibangkitkan dari alam kuburnya sebelum menghadapi hisab dan pengadilan Ilahi tentang amal baik dan amal buruk selama hidup di dunia, ujarnya.
“Dalam doa wukuf tiada yang diharapkan melebihi ampunan Allah. Alangkah bahagia dan beruntungnya jemaah haji yang mendapat ampunan Allah di hari Arafah, dan alangkah malang nasib mereka yang tidak mendapatkan ampunan-Nya karena tidak dapat ditebus sekalipun dengan dunia dengan segala isinya,” lanjutnya.
Fuad berharap, selama di tanah suci para jemaah haji tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai aturan setempat dan merasakan hidup dalam nuansa kosmopolitan. Karena itu ibadah haji sejatinya mempererat persaudaraan, persatuan, solidaritas, serta memperkokoh identitas bangsa muslim sedunia. Selama di Arab Saudi jamaah haji dari berbagai negara berbaur dengan jamaah haji dari manca negara. Jadilah tamu-tamu Allah yang takwa dan duta-duta bangsa yang baik.
“Adapun jemaah haji yang tutup usia di Tanah Suci kita doakan mereka husnul khatimah dan diterima Allah Swt di tempat yang penuh kemuliaan di surga-Nya,” tutupnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



