Medan, bimasislam --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) memiliki visi dan misi yang menjadi acuan dalam melaksanakan suatu program. Visi Ditjen Bimas Islam adalah terwujudnya masyarakat Islam Indonesia yang taat beragama dan sejahtera lahir batin. Dan misi Ditjen Bimas Islam adalah meningkatkan kualitas bimbingan, layanan keagamaan dan pemberdayaan potensi ekonomi umat Islam Indonesia.
“Jadi program-program yang dilaksanakan Ditjen Bimas Islam mengacu pada visi misi tersebut,” demikian disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor saat menghadiri kegiatan "Temu Tokoh Pemuka Agama tentang Kebimasislaman di Provinsi Sumatera Utara", Hotel Aryaduta Medan, Rabu (5/9).
Sesditjen melanjutkan, upaya membuat umat Islam menjadi taat beragama adalah salahsatu program Ditjen Bimas Islam yang mengacu kepada visi misi Ditjen Bimas Islam.
Selain itu, dalam visi misi Ditjen Bimas Islam terdapat pemberdayaan ekonomi umat Islam Indonesia. "Potensi ekonomi umat Islam antara lain zakat dan wakaf," tambah Tarmizi.
Berdasarkan data Kementerian Sosial RI, jumlah orang miskin di Indonesia sebanyak 28 juta dan mayoritas merupakan umat Islam. “Padahal umat Islam memiliki potensi ekonomi yang sangat besar melalui zakat dan wakaf,” katanya.
Mengutip data hasil Survey BAZNAS, Tarmizi mengatakan bahwa potensi zakat di Indonesia mencapai lebih dari 200 triliun rupiah. “Sedangkan dana yang terkumpul oleh BAZNAS hingga saat ini baru sekitar 6 triliun rupiah,” jelasnya.
Selain zakat, Tarmizi menjelaskan bahwa umat Islam juga memiliki potensi ekonomi yang sangat besar melalui wakaf. “Mari kita manfaatkan tanah wakaf yang sangat luas ini untuk pengembangan dan penguatan ekonomi umat,” ajaknya.
Selain Sesditjen, hadir sebagai narasumber yang dijadwalkan pada kegiatan ini antara lain, Dirjen Bimas Islam, Direktur Penerangan Agama Islam, Sekretaris Umum MUI Provinsi Sumatera, dan Kakanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan Temu Tokoh Pemuka Agama dan Penguatan Fungsi Agama dalam Pembangunan Nasional ini diikuti 200 orang peserta. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 5 hingga 7 September 2018.
Para peserta kegiatan ini terdiri dari tokoh yang mewakili Ormas Islam, MUI Provinsi, komunitas keagamaan Islam, pemuka agama, pengurus DKM, akademisi, praktisi media, hingga elemen mahasiswa.
Penulis : nhkurniawan
Editor : nhkurniawan
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



