Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar meminta para orang tua untuk kembali membudayakan membaca Al-Qur’an kepada anak-anak mereka. Hal ini agar tidak ada lagi generasi muda yang masih buta aksara Al-Quran.
"Kadang-kadang kita melihat orang tua begitu gelisah ketika melihat nilai Matematika anaknya rendah, Bahasa Inggrisnya rendah, tetapi tidak ada kegelisahan sama sekali ketika anaknya sudah mau tamat SD atau SMP tidak bisa membaca Al-Qur’an," ujar Fuad di Kantor Kementerian Agama, Jln MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis (4/3).
Menurut Fuad, kebiasaan masyarakat yang sudah mulai terjadi pergeseran tidak menjadi alasan memudarnya budaya umat Islam yang religi. Untuk itu, ia ingin program 'Magrib Mengaji' kembali dimasifkan di sejumlah daerah.
Selain itu, Fuad menilai saat ini Gerakan Wakaf Al-Qur’an juga sudah semakin banyak dilakukan oleh berbagai pihak. Mulai dari lembaga pendidikan, ormas keagamaan, perusahaan swasta, serta swadaya masyarakat sehingga semestinya masalah buta aksara Al-Qur’an dapat diatasi.
"Kalau kita datang ke masjid-masjid kan juga sudah banyak yang membantu pemerintah mendistribusikan Al-Qur’an. Gerakan wakaf yang lahir dan tumbuh diinisiasi oleh kelompok masyarakat, perkantoran, lembaga, ormas keagamaan, itu semakin banyak," tutupnya.
Sebelumnya Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Syafruddin Kambo menungkapkan masih ada sebanyak 65 persen umat Islam di Indonesia yang buta aksara Al-Qur’an. Hasil ini merupakan survei yang dilakukan oleh pemuda Hidayatullah.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



