Jakarta, Bimas Islam--- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mendorong agar masjid menjadi rumah bagi moderasi beragama, serta simbol persatuan dan kepedulian sosial. Hal ini sejalan dengan tujuan dari Kementerian Agama yang sedang melakukan upaya sosialisasi pemahaman agama yang moderat.
"Sebagai rumah moderasi beragama, masjid punya peran dalam menjaga keseimbangan antara keshalehan ritual dan keshalehan sosial umat Islam," ungkap Fuad pada Selasa (9/3).
Fuad menilai saat ini peran masjid terus berkembang sesuai tuntutan zaman dalam merespons dinamika sosial. Seperti peran masjid di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi syariah, layanan kesehatan umat, program masjid ramah anak, dan sebagainya.
"Masjid juga kini harus memiliki fungsi sebagai tempat pembinaan jemaah yang melahirkan terbentuknya kesatuan umat, dengan landasan iman dan takwa. Tidak hanya sekadar menjadi tempat ibadah bagi umat Islam," imbuhnya.
Setiap muslim, lanjut Fuad, memiliki hubungan rohani dan sosial yang erat dengan masjid sepanjang hidupnya. Bahkan, ia mengutip pernyataan dari Sidi Gazalba, seorang penulis buku terkenal bahwa kehidupan umat Islam berawal dan berakhir di masjid.
"Alasannya, akad nikah sebagai awal terbentuknya keluarga kebanyakan dilaksanakan di masjid. Begitu pula ketika seorang muslim meninggal dunia, shalat jenazah dilakukan di masjid," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



