Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar berharap penyelenggaraan Musabaqah Hafalan Qur'an dan Hadits (MHQH) ke-13 yang resmi dibuka pada Senin (22/3) malam, akan semakin mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi.
Fuad menyampaikan Arab Saudi merupakan satu-satunya negara yang paling banyak dikunjungi oleh warga negara Indonesia sepanjang tahun melalui ibadah haji dan umrah.
"Selain itu, sudah sejak lama pula Arab Saudi menjadi salah satu tujuan favorit para pemuda Indonesia untuk memperdalam ilmu agama," ujar Fuad pada Selasa (23/3).
Dari sudut historis dan politik, lanjut Fuad, Arab Saudi termasuk salah satu negara yang sejak dini mendukung kemerdekaan Republik Indonesia. Saat Indonesia masih dijajah Belanda, ulama-ulama Arab Saudi banyak memberi inspirasi kepada para ulama dan kaum cendekiawan Indonesia untuk bangkit berjuang merebut kemerdekaan.
"Arab Saudi merupakan pasar potensial untuk produk halal dari Indonesia seiring semakin meningkatnya ekspor Indonesia ke pasar Timur Tengah. Begitu pula sebaliknya, nilai investasi Arab Saudi di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat," imbuhnya.
Oleh karena itu, Fuad berharap kerja sama antara kedua bangsa dan negara memberi makna yang luas dan berdampak optimal di pentas internasional. Baik di sektor pendidikan, keagamaan, serta perekonomian.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



