Jakarta, Bimas Islam --- Meskipun pandemi Covid-19 masih belum berakhir di Indonesia. Namun nuansa perayaan Idulfitri 1442 Hijriah tetap dirasakan oleh seluruh umat Islam di tanah air.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar meminta agar umat Islam tidak menyia-nyiakan momentum silaturahmi kepada sanak saudara dan kerabat lainnya. Sebab, silaturahmi dapat memperkuat ukhuwah dan persaudaraan bagi umat Islam.
"Silaturahmi dan halal bihalal dalam suasana Idulfitri, meski karena pandemi Covid-19 dilaksanakan secara terbatas dan virtual, adalah modal sosial yang tak boleh disia-siakan," papar Fuad di Jakarta pada Senin (17/5).
Momen Idulfitri, lanjut Fuad, diharapkan menjadi energi transformatif yang merekat kepedulian dan persatuan antarelemen umat Islam dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
"Ajaran Islam menekankan bahwa mereka yang berkemampuan secara intelektual, ekonomi, dan finansial agar membantu dan memberdayakan kaum yang lemah," imbuhnya.
Fuad menambahkan umat Islam tidak cukup hanya sama-sama bekerja, tetapi juga perlu bekerja sama hingga melahirkan karya-karya besar di berbagai bidang yang bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara.
"Mengutip pakar ekonomi Islam yakni Prof. Dr. Ir. A.M. Saefuddin bahwa di dalam Islam tidak ada istilah free competition, tapi free cooperation," jelasnya.
Fuad berpendapat semua pemimpin dan tokoh umat, bahkan setiap pribadi sesuai porsi dan kapasitasnya masing-masing mempunyai peran dan andil untuk memperkuat persatuan.
"Dalam sejarah dunia, tidak ada umat dan bangsa yang maju dan terhormat tanpa adanya persatuan dan nilai-nilai moral yang melembaga di dalam perikehidupan masyarakatnya," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



