Bogor, bimasislam --- Anak muda atau yang disebut kaum milenial merupakan generasi bangsa yang juga harus dijaga pemahamannya tentang moderasi beragama terutama agama Islam.
"Jangan sampai kaum milenial lupa dengan budaya bangsa apalagi, lupa dengan agama Islam," demikian disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor pada kegiatan "Coaching Pembuatan Video Pendek Kebimasislaman” di Bogor, Senin (18/2).
Tarmizi khawatir dengan semakin majunya teknologi informasi, para kaum milenial semakin tidak mengenal Islam, seperti tokoh-tokoh Islam, situs sejarah Islam, dan lainnya. “Melalui video pendek adalah salahsatu cara Ditjen Bimas Islam dalam merangkul kaum milenial untuk menyebarkan moderasi beragama,” katanya.
Melalui video pendek, lanjut Tarmizi berharap, dapat menyebarkan berbagai pesan moderasi beragama yang dapat diterima, tidak hanya kaum milenial, tetapi juga masyarakat luas.
Bertempat di Hotel Padjadjaran Suites Bogor, kegiatan “Coaching Pembuatan Video Pendek Kebimasislaman” dihelat selama tiga hari, 18-20 Februari 2018.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 80 peserta dari 1.500 orang yang mendaftar. Para peserta kegiatan ini berasal dari unsur yang beragam, di antaranya mitra strategis Bimas Islam seperti MUI, BAZNAS, BWI, Ormas Islam, Lembaga-lembaga Filantropi Islam, Lembaga Amil Zakat, Komunitas Generasi Muda Muslim, Organisasi Pemuda, Lembaga Dakwah di berbagai Pesantren dan Universitas, Komunitas Blogger, hingga unsur Remaja Masjid dan Majelis Taklim.
Pada hari kedua pelaksanaan pelatihan esok, para peserta berkunjung ke Unit Pencetakan Alquran (UPQ) di Ciawi, Bogor. Di lokasi ini, mereka langsung melakukan praktek setelah mengikuti pelatihan teori.
Penulis: nhkurniawan
Editor: nhkurniawan
Foto: Bimas Islam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



