Jakarta, Bimas Islam --- Pandemi Covid-19 menimbulkan efek yang multi dimensional dalam masyarakat. Pandemi ini membuat kehidupan warga berpenghasilan menengah ke bawah atau pas-pasan kian sulit.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar meminta agar semua jaring pengaman sosial harus berfungsi secara maksimal, baik dari sumber dana APBN dan APBD, maupun yang berasal dari dana sosial keagamaan seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Pemenuhan kebutuhan pokok penduduk yang terdampak harus dipandang sebagai bagian yang tak terpisahkan dari tata kelola penanganan Covid-19 secara keseluruhan.
"Penduduk yang kaya masih bisa bertahan, tapi yang penghidupannya menengah ke bawah, apalagi yang berada di bawah garis kemiskinan, menjadi semakin sulit. Masih banyak rakyat kita yang bekerja hari ini untuk makan besok." papar Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam di Jakarta, Jumat (9/7).
Sejauh ini, menurut Fuad, pada sektor keuangan negara, upaya pemulihan di masa pandemi dilakukan pemerintah melalui tiga strategi ,yakni di bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan bantuan untuk UMKM.
Selain itu, di sektor keuangan sosial, selain kedermawanan yang terorganisir melalui badan dan lembaga zakat serta yayasan amal sosial lainnya, diperlukan kedermawanan yang mengalir antarindividu dan antarkeluarga sesuai sifat dan budaya gotong royong bangsa Indonesia.
"Islam mengajarkan, selamatkan nasib umat dan kemanusiaan, bukan sekadar selamatkan diri masing-masing. Tentu kita tidak menginginkan ledakan pandemi Covid-19 menimbulkan ledakan kemelaratan, karenanya perlu saling membantu," imbuh Fuad.
Fuad melanjutkan, situasi krisis yang menjadi kekhawatiran akan dapat teratasi jika semua elemen bangsa turun tangan dan bergandengan tangan menghadapi Covid-19 di bawah pimpinan pemerintahan, di tingkat pusat dan daerah, di seluruh Indonesia. Saat ini dibutuhkan sikap rela berkorban untuk kepentingan negeri dan masyarakat, termasuk dari para pengusaha besar yang memiliki aset kekayaan besar.
"Saat ini dibutuhkan empati dan kepedulian untuk melindungi rakyat dan berjuang untuk kemanusiaan. Semoga virus Covid-19 secepatnya diangkat dari muka bumi dengan izin dan kasih sayang Allah SWT," tutup Fuad.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



