Jakarta, Bimas Islam --- Sebagai kitab suci wahyu Ilahi, Al-Qur'an banyak merekam sejarah umat manusia, mengisahkan kejayaan dan kejatuhan bangsa-bangsa, naik dan turunnya kekuasaan, di masa lampau. Terkait hal tersebut, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mendorong umat Islam agar mempunyai kesadaran dan wawasan sejarah sehingga mampu memberikan legacy yang baik kepada generasi mendatang.
Fuad mengajak mari menjadi murid sejarah yang cerdas, memiliki wawasan tiga dimensi yaitu masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Dengan wawasan sejarah, umat Islam harus mempelajari dan menuliskan sejarahnya sendiri untuk menjadi acuan bagi generasi selanjutnya.
"Sejarah itu bukan hanya untuk dibaca, diketahui, dan dikagumi, tapi harus bisa dijadikan sebagai suatu pembelajaran bagi generasi yang akan datang," terang Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Rabu (17/11/2021).
Fuad mengatakan, perkembangan revolusi industri yang begitu pesat saat ini bukan suatu alasan bagi generasi muda, khususnya umat Islam, untuk meninggalkan kepedulian terhadap sejarah.
"Karena sejarah merupakan hal yang paling fundamental bagi karakter bangsa, jika kita tidak peduli akan sejarah, maka kita bisa tergilas dengan arus globalisasi yang begitu deras. Legacy peradaban perlu disiapkan oleh setiap generasi. Apalagi sebagai umat Nabi Muhammad Saw, misi rahmatan lil 'alamin perlu kita tebarkan di setiap masa dan di segala penjuru muka bumi, " sambung Fuad.
Fuad menambahkan, umat Islam berkepentingan untuk mengambil "api sejarah" sebagai inspirasi dalam membangun keunggulan masa depan.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



