Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menyatakan, masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat peribadahan bagi umat Islam, namun juga mempunyai peranan penting dalam perjuangan merebut kemerdekaan.
Hal ini disampaikan Fuad saat membuka acara webinar yang diselenggarakan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag, bertema Peran Masjid Dalam Perjuangan Kemerdekaan dan Refleksi Kekinian, di Jakarta, Senin (30/8).
"Masjid bukan hanya sekadar bangunan peribadahan tapi juga bangunan peradaban, bahkan dalam hal tertentu masjid juga bisa disebut bangunan perjuangan," papar Fuad.
Sesditjen menyebut beberapa literatur tentang masjid, seperti Sejarah Masjid karya Abubakar Atjeh yang diberi kata pengantar oleh Presiden Soekarno, Masjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan Islam karya Sidi Gazalba. Di samping itu buku Fiqhud Dakwah karya Mohammad Natsir juga mengupas peran masjid sebagai lembaga risalah, tempat integrasi dan reintegrasi umat, sejak masa Nabi Muhammad Saw sampai masa kini.
Fuad mengatakan, peran masjid di masa perjuangan menghadapi penjajah, dapat menggugah jiwa jihad fi sabilillah dan patriotisme dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia.
"Selain itu, dalam refleksi kekinian masjid diharapkan terus berperan dalam membina dan mendidik sumber daya manusia bangsa kita dari masa ke masa, menjadi generasi yang mempunyai jiwa keislaman, beriman dan bertakwa, pengabdian, semangat pengorbanan, dan dedikasi dalam membangun umat dan masyarakat," lanjut Fuad.
Fuad menambahkan, sebagai salah satu pusat kebudayaan umat Islam, masjid juga kerap melahirkan para cendekiawan muslim dengan pemikiran yang mampu membangun bangsa Indonesia lebih baik ke depan.
"Tentu ini harus menjadi perhatian kita dalam refleksi kekinian mengenai peranan masjid dengan semangat untuk membangun tanah air kita tercinta," tutupnya.
Acara ini turut menghadirkan dua narasumber sejarawan, yakni penulis buku 'Api Sejarah', Ahmad Mansur Suryanegara, dan penulis buku 'Dari Panggung Sejarah Bangsa', Lukman Hakiem.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



