Bogor, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menyatakan Pancasila dan agama tidak sepatutnya untuk dipertentangkan. Menurutnya, Pancasila justru merupakan titik temu antara negara dengan agama.
Hal ini disampaikan oleh dirinya, saat menjadi pembicara dalam acara Perumusan Kebijakan Strategis Pembangunan Sistem Nasional yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), bertempat di IPB Convention Center, Kota Bogor, Jumat (23/4).
"Dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tahun 1945, para tokoh pendiri negara memaparkan gagasan dasar falsafah negara Indonesia merdeka. Golongan nasionalis muslim mengusulkan negara berdasarkan Islam. Begitu pula dari golongan kebangsaan mengusulkan negara nasional yang memisahkan secara mutlak agama dari negara, tapi kemudian dicapai kompromi yakni Pancasila," papar Fuad.
Oleh karena itu, Fuad mengajak seluruh komponen bangsa, khususnya umat beragama menjaga Pancasila ini sebagai perekat kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlebih lagi, Indonesia merupakan bangsa yang sangat majemuk.
"Maka narasi kebangsaan kita tidak membandingkan dan membenturkan antara agama dengan Pancasila, tapi bagaimana kita menyelaraskan Pancasila sebagai platform nasional dalam membangun bangsa ini," tutupnya.
Fuad menambahkan Pancasila juga berfungsi sebagai alat koreksi dari pembangunan bangsa. Prinsip-prinsip dalam Pancasila dari sila pertama sampai sila kelima harus tercermin dalam segala kebijakan, program, dan dinamika kebangsaan.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



