Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar meminta para penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) di daerah berperan aktif dalam memperkuat ketahanan keluarga. Hal ini merespons banyaknya isu permasalahan keluarga yang belakangan ini semakin kompleks.
"Para penyuluh agama di daerah harus mampu membaca isu yang berkembang di masyarakat, terutama terkait dengan masalah ketahanan keluarga yang sangat rentan sekali saat ini," ujar Fuad pada Selasa (24/3).
Fuad mencontohkan di era perkembangan teknologi informasi saat ini, semakin banyak kasus yang terjadi di lingkungan keluarga, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika, dan sebagainya.
"Oleh karena itu, peran penyuluh di KUA ini dituntut untuk pro aktif dalam menjawab permasalahan ketahanan keluarga, tentu dengan membangun sinergitas dengan berbagai pemuka adat, agama, dan ulama setempat," imbuhnya.
Fuad mendorong para penyuluh agar memiliki wawasan dan kemampuan yang luas sebagai pihak yang berada di ujung tombak pembinaan keluarga di tingkat daerah.
"Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, sudah sepantasnya penyuluh ini menjadi garda terdepan dalam merespons setiap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ditjen Bimas Islam Terapkan 4T dan 4D dalam Penyusunan Anggaran 2027
Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menerapkan prinsip 4 Tepat dan 4 D dalam penyusunan Pagu Alokasi…



