Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar berharap semua eksponen bangsa dan publik perlu menjaga kesantunan dan mengedepankan nalar positif dalam situasi yang penuh ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Hal ini diperlukan dalam rangka menjaga kondusivitas dalam memerangi wabah tersebut.
"Sikap menahan diri dari berbagai pertentangan dan segala hal yang kontraproduktif atau membingungkan masyarakat adalah sebuah keniscayaan untuk dijaga," ungkap Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam di Jakarta, Selasa (13/7).
Fuad mengimbau, semua unsur dan elemen bangsa, termasuk para tokoh agama sebagai influencer moral di masyarakat agar saling menguatkan dan menebar energi positif sehingga terbangun optimisme di tengah perang melawan Covid-19 ini melalui gerakan Pray From Home.
"Jadi, segala yang terjadi, semua yang pergi, haruslah dipandang dengan kacamata iman kepada Allah SWT sehingga jiwa manusia akan tetap tenang dan damai," imbuhnya.
Pandemi Covid-19 ini, lanjut Fuad, memberi pelajaran yang amat penting bahwa kepintaran dan pengetahuan manusia tidak sanggup menaklukkan sejenis virus sebagai makhluk yang diciptakan Allah dan menyadarkan bahwa kehidupan dengan segala atributnya hanya titipan dari Allah.
"Pendekatan sains dalam menyikapi pandemi covid ini harus beriringan dengan agama. Kita ingat pernyataan Albert Einstein, sains tanpa agama buta, agama tanpa sains lumpuh. Meski perlu disadari ilmu manusia amat sangat terbatas untuk mengetahui rahasia alam raya. Dalam tinjauan dakwah digambarkan, siapa yang tidak memegang agama dan melupakan Allah, akan terombang-ambing ibarat layang-layang putus tali di tengah situasi sekarang ini," tutup Fuad.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



