Jakarta, Bimas Islam --- Bentrokan pecah di Masjidil Aqsa, Yerusalem, antara warga Palestina dengan polisi Israel pada Jumat (7/5) malam waktu setempat. Sebanyak 200 warga Palestina dan 17 polisi Israel dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut. Kejahatan kemanusiaan zionis Israel terhadap rakyat Palestina masih terus berlangsung.
Menanggapi peristiwa ini, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menyampaikan keprihatinan yang mendalam seraya mengajak umat Islam di Indonesia untuk memberi bantuan kemanusiaan sesuai jalur yang memungkinkan dan minimal mendoakan saudara muslim di Palestina agar terbebas dari cengkeraman penjajahan zionis Israel.
"Sikap bangsa Indonesia dari awal tetap mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina terhadap agresi Zionis Israel. Presiden pertama RI Soekarno tahun 1962 menyatakan, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel," tegas Fuad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/5).
Fuad meminta agar dukungan internasional atas perjuangan bangsa Palestina tidak boleh kendor sejalan dengan prinsip-prinsip perdamaian internasional. Dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, dukungan Mufti Besar Palestina Muhammad Amin Al-Husaini atas kemerdekaan Indonesia tahun 1945 sangatlah berarti, sebelum negara-negara lain memberi dukungan dan pengakuan.
Fuad mengemukakan tiga alasan mengapa umat Islam harus membela Palestina dan Masjidil Aqsa. Pertama, Masjidil Aqsa merupakan kiblat pertama umat Islam dalam melaksanakan ibadah salat sebelum pemindahan kiblat ke Masjid Haram di kota suci Mekkah berdasarkan wahyu Allah.
"Kedua, Masjidil Aqsa merupakan masjid kedua yang dibangun pertama-tama di muka bumi. Dan terakhir, Masjidil Aqsa merupakan masjid suci ketiga umat Islam yang penting untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram dan Nabawi," imbuhnya.
Konflik Palestina yang tidak menentu adalah masalah kemanusiaan universal karena menyentuh hati nurani umat manusia yang secara kodratnya cinta damai dan anti kekerasan.
Meski hanya Allah yang tahu kapan berakhirnya agresi Israel atas tanah Palestina dan tempat-tempat suci mereka, tetapi langkah penyelesaian konflik di sana perlu terus diupayakan oleh para pihak yang berkonflik, termasuk mediasi melalui organisasi internasional yang diakui kewibawaannya. Tekad bangsa Palestina yang tak tergoyahkan dalam membela tanah airnya merupakan modal perjuangan mereka yang sangat berarti. Tak ada kegelapan yang abadi. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan, kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
"Mari kita doakan bersama agar bangsa Palestina dapat melepaskan diri dari penjajahan zionis Israel yang telah merenggut korban jiwa dan harta benda tidak terkira serta hancurnya artefak peradaban. Mengutip ucapan Ketua MPR/DPR RI periode 1987-1992, M. Kharis Suhud bahwa kekuasaan di dunia betapa pun besarnya akan runtuh melawan doa orang banyak," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



