Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menyatakan, Pancasila merupakan pemahaman ideologi moderat yang menjadi titik temu antara konsep nasionalisme dan religius. Hal ini disampaikan dalam acara diskusi publik bertajuk 'Peran Otak dan Religiusitas dalam Nasionalisme' yang diselenggarakan oleh Al-Wasath Institute secara virtual, Minggu (22/8).
"Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang agamis, tapi uniknya negara kita bukanlah negara agama dan negara sekuler. Di sinilah titik temu Pancasila sebagai ideologi yang moderat dalam konsep kenegaraan kita," terang Fuad.
Fuad menegaskan, Pancasila merupakan ideologi yang mampu mempersatukan seluruh elemen bangsa Indonesia dalam bingkai kemajemukan. Hal ini merupakan sesuatu yang harus tetap dijaga kelestariannya.
"Sebagai dasar negara, Pancasila dapat berdiri di atas semua golongan. Karena itu dalam penguatan nasionalisme Indonesia, prinsip keagamaan dan keragaman menjadi ciri yang tidak bisa dilepaskan," lanjut Fuad.
Untuk memperkuat rasa nasionalisme, Fuad juga mendorong agar generasi muda untuk mencintai sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, generasi yang tidak mencintai sejarah bangsanya akan sulit untuk diajak berjuang dalam membela bangsanya.
"Kita tidak boleh mengabaikan setiap fase perjalanan sejarah bangsa Indonesia, karena fase-fase tersebut yang mempererat rasa persatuan dan kesatuan sehingga sudah teruji hingga saat ini," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



