Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengajak umat Islam agar mampu mengambil pelajaran dari setiap perjalanan sejarah untuk mewujudkan kejayaan di masa yang akan datang.
Fuad menyampaikan, dalam ayat-ayat Al-Qur'an sebagian besar berisikan sejarah tentang kisah perjuangan dakwah para Nabi yang harus dijadikan teladan bagi umat Islam pada masa kini. Hal ini agar generasi umat Islam di masa kini dapat mencetak sejarahnya di masa yang akan datang.
"Manfaat belajar sejarah sangat penting agar kita tidak mengulang kesalahan di masa lampau. Dengan belajar sejarah, kita dapat menemukan resolusi konflik di masa lampau," terang Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Jumat (17/12/2021).
Fuad berpendapat, dengan revolusi industri dan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat pada masa kini, semestinya membuat generasi umat Islam pada saat ini memberikan sumbangsih pemikiran untuk mencapai kejayaan peradaban yang pernah dicapai pada masa lampau.
"Para ilmuwan, cendekiawan, dan kaum intelektual muda saat ini harus mampu berbicara banyak dalam kancah internasional. Jika tidak, kita akan digilas oleh arus globalisasi dan kapitalisme," tegas Fuad.
Pada dasarnya, lanjut Fuad, peristiwa sejarah selalu berulang di setiap masa, hanya berganti tokoh-tokohnya sehingga perlu adanya penguatan diri dari umat Islam agar menjadi tokoh protagonis dalam suatu peristiwa sejarah.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



