Jakarta, Bimas Islam --- Sedekah tidak dibatasi dalam bentuk materi yang hanya orang-orang mampu dan kaya bisa melakukannya. Ucapan yang menyejukkan hati, senyum simpatik, atensi, keberpihakan dan kepedulian terhadap problematika umat juga merupakan sedekah.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Rabu (2/6). Menurutnya, sedekah dalam ajaran Islam bermakna lebih luas yakni upaya untuk mewujudkan kebahagiaan orang lain.
"Tidak dipersoalkan sedekah itu banyak atau sedikit, berupa materi atau bukan, tapi yang penting ialah hasrat dan niat suci untuk mengukir jasa baik sepanjang hidup. Bahkan, ada ungkapan bahwa sedekah seorang pejabat adalah kebijakannya yang bermanfaat kepada orang banyak," ujar Fuad.
Fuad menambahkan sedekah mengisyaratkan betapa luasnya lapangan amal kebajikan bagi seorang muslim yang berfungsi merekat hubungan antar-manusia berlandaskan rasa empati, kasih sayang, dan persaudaraan.
"Karena pada dasarnya memberi adalah sumber kebahagiaan. Seorang muslim merasa bahagia jika dapat membahagiakan orang lain di sekitarnya," imbuhnya.
Semua amal jariyah yang memberi manfaat kepada sesama, lanjut Fuad, akan tetap mendatangkan pahala bagi pelakunya meski telah meninggalkan alam dunia. Sebagian besar amal jariyah selalu berkaitan dengan kehidupan sosial dan kemanusiaan.
"Semangat sedekah perlu diperluas dalam kehidupan untuk menangkal sikap mementingkan diri sendiri, kesenjangan sosial, dan pengagungan materi yang merusak keharmonisan kehidupan dalam masyarakat," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



