Jakarta, Bimas Islam --- Generasi Indonesia yang tumbuh dalam atmosfir budaya digital, disadari atau tidak, perlu sentuhan jiwa seni dan ekspresi budaya lokal yang mampu membangkitkan rasa cinta tanah air, mengasah kehalusan budi bahasa, dan cinta kampung halaman.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar sehubungan dengan wafatnya Elly Kasim, seniman legendaris dan maestro seniman kebanggaan masyarakat Minang dan Indonesia pada hari Rabu, 25 Agustus 2021, di Jakarta dalam usia 76 tahun.
"Uni Elly Kasim selama lebih dari enam dekade eksis sebagai penyanyi legendaris dan artis kebanggaan masyarakat Minang dan Indonesia. Ia sekaligus berperan dalam melestarikan bahasa Minang sebagai kekayaan bahasa daerah di Nusantara serta menghimbau anak-anak keturunan Minang yang lahir di rantau agar tidak melupakan bahasa daerahnya," terang Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Jumat (27/8).
Elly Kasim, lanjut Fuad, sepanjang hidupnya giat mempromosikan lagu dan seni budaya daerah dan nasional hingga ke mancanegara. Lagu-lagu Minang yang didendangkan Elly Kasim sangat terkenal di era 1960-1980-an dan memorable sampai kini.
"Lagu album solo Minang yang dinyanyikan Elly Kasim, sebagian besar diciptakan Syahrul Tarun Yusuf dan lainnya mencapai ratusan lagu dan copi albumnya mungkin ratusan ribu kaset dan CD. Ia merupakan seorang tokoh seniman yang punya komitmen tinggi dan kreatif dalam melestarikan, merevitalisasi dan mengangkat seni budaya Minang, khususnya lagu, tarian, dan mozaik adat Minangkabau dalam upacara perkawinan melalui Wedding Organizer yang didirikannya," ujar Fuad.
Tembang legendaris Elly Kasim yang paling terkenal, bahkan hingga ke kancah internasional di antaranya Bareh Solok, Tinggalah Kampuang, Ampun Mande, Mudiak Arau, Malereng Tabiang, Bapisah Bukannyo Bacarai, serta Ayam Den Lapeh yang mana lagu ini diterjemahkan dalam bahasa Vietnam.
Buku biografi seniman kelahiran Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat 27 September 1944 itu yang ditulis oleh suaminya, Nazif Basir, wartawan senior dan salah satu pendiri Harian Umum Singgalang di Padang (wafat 1 Mei 2020) diterbitkan beberapa tahun lalu.
Fuad mengatakan, Elly Kasim tidak hanya tersohor di tanah air, tapi sering diundang untuk tampil di luar negeri. Saat ke luar negeri, ia tidak hanya bernyanyi, tapi mengamati dan membawa pulang inspirasi kemajuan seni pertunjukan tanpa melanggar pakem budaya Minang, yakni Adat basandi Syarak dan Syarak basandi Kitabullah.
"Beliau juga mendirikan sanggar tari nasional Sangrina Bunda, nama itu diberikan langsung oleh Ibu Nelly Adam Malik, istri Wakil Presiden Adam Malik. Karena prestasi dan reputasi nasional dan internasionalnya serta kontribusi peradaban yang diberikannya semasa hidup, Pemerintah patut memberi penghargaan tanda kehormatan Bintang Budaya kepada almarhumah Uni Elly Kasim," imbuhnya.
Fuad berpendapat, orang yang memiliki jiwa seni biasanya lebih moderat dalam pergaulan sosial sepanjang tidak melanggar norma-norma yang berlaku. Mengutip pernyataan Prof. Dr. H.A. Mukti Ali, Menteri Agama RI periode 1971-1978 yang mengatakan, Dengan ilmu hidup menjadi mudah, Dengan seni hidup menjadi indah, Dengan agama hidup menjadi bermakna dan terarah.
Fuad juga mendukung usulan budayawan Sumbar Makmur Hendrik agar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membangun Museum Elly Kasim. Di Museum itu ditaruh foto-foto, riwayat hidup dan album/kaset lagu-lagu Elly Kasim. Sekaligus di sana diperdengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan Elly Kasim. Sepertinya belum ada sosok seniman yang demikian fenomenal, yang identik dengan Minangkabau, sebagaimana halnya Elly Kasim. Turis yang datang ke Sumatera Barat, dari dalam maupun luar negeri, ada ingin tahu di mana rumah Elly Kasim. Museum Elly Kasim bisa menjadi salah satu objek Wisata di Sumatera Barat.
"Elly Kasim sosok yang langka dan mendapat tempat istimewa di hati masyarakat. Lagu-lagu Minang yang didendangkannya dengan sopan dan menghibur masyarakat luas tanpa memandang strata sosial. Semoga Allah SWT mengampuni dosanya, menerima amal ibadahnya, dan memberi tempat yang layak di alam akhirat," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



