Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menilai penguatan kerja sama antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan Kementerian Agama, khususnya dalam pencegahan stunting dari hulu bagi para Calon Pengantin (Catin) memiliki nilai strategis.
"Karena masalah stunting menyangkut keunggulan dan ketangguhan sumber daya manusia. Stunting merupakan potret pertumbuhan fisik dan otak anak di bawah batas normal akibat kurang gizi perlu diatasi dari hulunya," ujar Fuad saat menghadiri acara di Gedung BKKBN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (16/12/2021).
Fuad menyampaikan, isu stunting berkaitan dengan isu kependudukan, terutama persoalan kesejahteraan dan kesadaran bagi para Catin untuk memeriksakan kesehatan sebelum menikah serta kepedulian terhadap proses tumbuh kembang anak sejak dari dalam kandungan.
"Dalam perspektif agama, Al-Qur'an menekankan kepada setiap muslim agar jangan meninggalkan generasi yang lemah. Pengertian lemah di sini sifatnya generik, bisa bermakna lemah iman, lemah ilmu, lemah fisik, maupun lemah ekonomi," terang Fuad.
Oleh sebab itu, Fuad menyatakan, dalam upaya pencegahan stunting perlu adanya kolaborasi dan sinergitas lintas sektoral antara sejumlah pemangku kepentingan agar dapat lebih maksimal.
Acara yang digagas oleh BKKBN ini turut menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, dan Kepala Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dadan Moh. Nurjaman.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



