Jakarta, Bimas Islam --- Penjajahan dan kekerasan di Palestina yang dilakukan oleh pasukan zionis Israel masih berlangsung. Dalam beberapa hari terakhir, pasukan zionis Israel menggempur wilayah Gaza dengan menggunakan roket.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menegaskan bahwa posisi Indonesia tetap tidak berubah, yakni berada mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk dapat merdeka dari cengkeraman zionis Israel.
"Indonesia sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia tetap mendukung dan membantu perjuangan rakyat Palestina. Di sisi lain, kondisi Palestina yang dapat digambarkan sebagai epicenterum persoalan konflik di Timur Tengah seyogyanya mendorong persatuan di antara negara-negara Arab." tegas Fuad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (18/5).
Menyikapi banyaknya sejumlah pihak yang menggalang dana untuk membantu perjuangan rakyat Palestina, menurut Fuad hal tersebut merupakan bentuk nyata dari ukhuwah Islamiyah. Dimana umat Islam menunjukkan solidaritas mereka terhadap penderitaan saudaranya.
"Motivasi agama memiliki peran esensial dalam menggalang dan memelihara solidaritas umat Islam dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Membela orang atau bangsa yang tertindas dan terzalimi di muka bumi adalah perintah ajaran Islam," imbuhnya.
Konflik Palestina yang tidak menentu, lanjut Fuad, merupakan masalah kemanusiaan universal karena menyentuh hati nurani umat manusia yang secara kodratnya cinta damai dan anti kekerasan. Terlepas dari adanya friksi di dalam negeri sana, namun yang jelas penderitaan rakyat Palestina, termasuk lansia, perempuan dan anak-anak, menyentuh nurani kemanusiaan global.
Haluan Politik Luar Negeri Indonesia yang menganut prinsip bebas dan aktif, artinya kita tidak terikat dengan blok mana pun dalam menentukan sikap dan aktif mengambil peran untuk mendorong terciptanya ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.
"Indonesia dan Palestina adalah dua sahabat. Bung Karno bahkan pernah menegaskan, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel. Perhatian dan simpati masyarakat internasional terhadap penyelesaian masalah Palestina-Israel yang sudah berlangsung puluhan tahun bukan berarti melupakan masalah di dalam negeri masing-masing, terutama ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan ketahanan nasional di setiap negara." tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



