Berdasarkan pengalaman sejarah bangsa Indonesia dalam menghadapi bahaya pemberontakan komunis, lanjut Fuad, agama dan kekuatan umat beragama yang solid dan TNI adalah benteng Pancasila terhadap rongrongan ideologi Komunis." tegas Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Kamis (30/9/2021).
Setelah peristiwa G30S/PKI atau Gestapu, pemerintah menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
"Kesetiaan pada Pancasila sebagai dasar filsafat negara harus dibuktikan dalam tindakan dan kebijakan. Pancasila merupakan dasar filsafat negara Republik Indonesia dan ideologi pemersatu bangsa haruslah diamalkan secara murni dan konsekuen sehingga menjadi karakter bernegara," ujarnya.
Terkait perdebatan dan klaim kebenaran seputar peristiwa kelam tragedi 1965 yang tak pernah habisnya, Fuad mengingatkan tentang pidato bersejarah Jenderal TNI Abdul Haris Nasution di Mabes AD pada 5 Oktober 1965, sewaktu pelepasan jenazah tujuh pahlawan revolusi yang ditemukan di Lubang Buaya.
"Menghadaplah sebagai pahlawan, sebagai pahlawan menghadaplah kepada asal mula yang menciptakan kita, Allah SWT, karena akhirnya Dia-lah Panglima kita yang tertinggi. Dia-lah yang menentukan segala sesuatu juga atas diri kita semua. Dan dengan keimanan ini juga kami semua yakin bahwa yang benar akan tetap menang, dan yang tidak benar akan tetap hancur. Fitnah berkali-kali, fitnah lebih jahat daripada pembunuhan. Kita semua difitnah, dan saudara-saudara telah dibunuh, kita diperlakukan demikian, tapi jangan kita dendam hati, iman kepada Allah SWT, iman kepada-Nya, meneguhkan kita. Karena Dia perintahkan kita semua berkewajiban untuk menegakkan keadilan dan kebenaran." ucap A.H Nasution yang selamat dari penculikan dan pembunuhan dalam tragedi 1965, namun kakinya ditembus peluru serta ajudan dan putrinya gugur.
Fuad mengatakan, pesan perjuangan dan inner voice Jenderal Besar A. H. Nasution di atas sangat mendalam substansinya dan relevan bagi pembangunan dan kemajuan kehidupan bangsa dan negara kita yang berdasarkan Pancasila. "Terutama pesan agar menjaga kehidupan kebangsaan dari tebaran fitnah, serta menegakkan keadilan dan kebenaran," pungkasnya
(Boy)



