Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menegaskan bangsa Indonesia akan tetap berada di belakang perjuangan rakyat Palestina dalam membela kemerdekaan dan kedaulatan tanah air, serta kehormatan tempat suci Masjid Al-Aqsha. Indonesia selama ini melihat satu bangsa Palestina yang sejak sekian dekade berjuang untuk pembebasan, kemerdekaan dan kedaulatan tanah airnya. Hal ini disampaikan oleh Fuad, di sela-sela menghadiri peringatan Hari Solidaritas Internasional Untuk Rakyat Palestina, bertempat di Kedutaan Besar Palestina, Menteng, Jakarta, Senin (29/11/2021).
Fuad menyampaikan, dukungan dan solidaritas Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina dilandasi oleh amanat konstitusi negara, sebagaimana tertuang di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yaitu bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
"Segala bentuk penjajahan di muka bumi, pendudukan oleh satu bangsa terhadap bangsa lain dan segala unsur-unsur penjajahan di mana pun, semua itu bertentangan dengan nurani kebangsaan, nurani kemanusiaan, dan hak-hak asasi manusia secara universal," tegas Fuad.
Fuad menambahkan, perjuangan bangsa Palestina untuk lepas dari cengkeraman penjajahan zionis Israel seperti halnya upaya bangsa Indonesia ketika masa perang kemerdekaan dengan kekuatan iman dan keyakinan bahwa perjuangan mempertahankan tanah air adalah perjuangan yang diridhai Allah SWT.
"Masalah Palestina merupakan masalah global dalam sketsa upaya mewujudkan perdamaian dunia. Dukungan dan solidaritas dari seluruh dunia sangat penting dalam rangka memberi kekuatan moral dan politik internasional," lanjut Fuad.
Sementara itu, dalam sambutannya, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Dr. Zuhair Alshun mengatakan, kami masih mengharapkan perdamaian yang adil untuk kami yang didasari oleh resolusi hukum internasional, yang mana mendukung pembentukan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem sebagai ibukotanya. Dan melalui aksi solidaritas ini, kami menghimbau kepada semuanya tentang perlunya tindakan yang efektif dan penentuan posisi yang bertanggung jawab untuk mengakhiri pendudukan Israel, dengan cara melakukan blokade, dan menjatuhkan sanksi baik politik, ekonomi dan diplomatik padanya, sehingga mereka tunduk kepada legitimasi internasional dan menerima adanya perdamaian di tanah Palestina damai.
Fuad turut mengutip pernyataan dari Presiden Soekarno, yakni selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



