Bandung, Bimas Islam --- Direktur Utama Pusat Zakat Umat (PZU), Ahmad Hasan Ridwan menyatakan kesediaannya apabila dipercaya menjadi pembina program Kampung Zakat oleh Kementerian Agama. Hal ini merespons pernyataan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor terkait program tersebut.
"Kalau saya lebih cenderung membentuk wisata halal, atau halal center sebagai langkah advokasi terhadap produk-produk lokal khas Soreang," papar Hasan usai pembukaan kegiatan Rakornas PZU di Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (25/1/2022).
Hassan menyampaikan, berdasarkan riset yang pernah dilakukan dirinya, potensi industri halal di Indonesia sangat besar apabila dapat digali secara serius. Pasalnya, program Kampung Zakat disesuaikan dengan situasi masyarakat lokal, sementara di Soreang banyak tempat wisata sehingga PZU lebih condong membentuk Kampung Zakat berbasis Wisata Halal.
"Untuk wisata halal sendiri rasanya belum ada di Jawa Barat ini. Jika memang dipercaya sebagai pembina Kampung Zakat, berarti ini jadi yang pertama untuk Jawa Barat," imbuhnya.
Sebelumnya, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor meminta kesiapan dari PZU apabila terpilih menjadi pembina program Kampung Zakat. Program ini sudah berjalan di 15 titik seluruh tanah air untuk memberdayakan masyarakat melalui dana zakat.
"Jika nanti PZU ini ditunjuk menjadi pembina Kampung Zakat di Soreang ini harus siap. Nanti sesuaikan dengan potensi apa yang bisa dikembangkan di daerah ini," ujar Tarmizi.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



