Semarang, Bimas Islam – Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mencetak generasi berkualitas untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, upaya tersebut perlu didukung dengan kualitas pendidikan, keterampilan, dan kesehatan.
"Generasi yang baik hanya bisa lahir dari pendidikan yang baik. Indonesia membutuhkan generasi dengan pendidikan berkualitas, keterampilan memadai, dan kapasitas yang mampu bersaing di era global. Kesehatan fisik dan mental juga penting untuk menciptakan generasi yang tangguh," ujar Kamaruddin saat membuka Seminar Nasional Cegah Kawin Anak di Semarang, Kamis (19/9/2024).
Kamaruddin mengatakan, pihaknya tengah menggencarkan pembinaan kepada siswa madrasah yang diharapkan menjadi agen perubahan, terutama dalam mencegah perkawinan anak. Melalui Seminar Nasional Kawin Anak, para remaja dilatih untuk menjadi pemimpin dan influenceryang mengampanyekan bahaya perkawinan anak pada teman-teman sebayanya.
Terkait itu, Kamaruddin mengungkapkan pentingnya ekosistem madrasah yang mendukung, tidak hanya dalam aspek pendidikan agama dan akademik, tetapi juga dalam pengembangan kemampuan sosial dan kepemimpinan siswa.
"Sinergi antara keluarga, madrasah, dan lingkungan sangat penting untuk membangun generasi berkualitas yang siap membawa Indonesia menuju kejayaan pada 2045," tegas Kamaruddin.
Kamaruddin juga mengungkapkan pentingnya peran orang tua dalam mendukung pendidikan dan memberi teladan yang baik. "Pendidikan formal di sekolah saja tidak cukup. Kualitas generasi penerus sangat ditentukan oleh peran keluarga. Keluarga yang kuat dan cerdas adalah fondasi utama dalam membentuk karakter anak-anak yang berkualitas," jelasnya.
Seminar Nasional Cegah Kawin Anak itu diikuti ratusan pelajar dari MAN 1 Semarang, MAN 2 Semarang, dan sejumlah SMA di Semarang.
Msk/Mr



