Jakarta, Bimas Islam --- Perbedaan merupakan sunnatullah. Umat manusia hidup dalam ragam perbedaan yang kompleks, mulai dari suku, bangsa, agama, hingga bahasa. Karenanya, dalam menyikapi perbedaan harus dilakukan secara bijaksana.
Pernyataan ini disampaikan Kepala Seksi Bina Paham Keagamaan Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag, Idrianto Faishal saat menjadi narasumber Inside Ramadan Spesial Bimas Islam yang tayang di JakTV, Sabtu (30/4).
"Perbedaan adalah sesuatu yang sangat natural, sehingga dalam menyikapinya pun perlu dengan bijak," ujar Idrianto dalam acara bertajuk 'Menghadapi Perbedaan dengan Bijak' ini.
Idrianto berpandangan, perbedaan merupakan sesuatu yang diinginkan Allah atas manusia. Dalam rumus matematika, angka 4 tidak hanya dihasilkan dari 2+2, melainkan 4 bisa dihasilkan dari 2+2, 3+1, 6-2, 7-3, 8-4, 9-5, atau bahkan 10-6, dan seterusnya.
"Maksud saya, orang yang memiliki ilmu mendalam, maka dia akan bijaksana dalam menyikapi perbedaan. Hanya saja, sekadar ilmu tidaklah cukup, harus ada kebeningan hati. Jadi meskipun ilmunya banyak tapi hatinya kotor, dia cenderung akan penuh dengan kebencian," jelas Idrianto.
Dia menyimpulkan, bijaksana dalam menyikapi perbedaan lahir dari dua hal, yaitu keluasan ilmu dan kebeningan hati. "Orang yang memiliki ilmu banyak dipadukan dengan hati yang bening, maka orang tersebut akan berhati-hati dalam menyikapi perbedaan," tutur Idrianto.
"Jika muncul perbedaan, orang tersebut tidak langsung mengatakan 'salah' atas pendapat yang diyakini orang lain. Tetapi orang tersebut akan merenung barangkali belum tahu. Kadang-kadang kita sangat mudah menghakimi sesuatu yang sebetulnya kita sendiri belum tahu," kata Idrianto.
Karenanya, Idrianto kembali mengajak masyarakat untuk menyikapi perbedaan dengan bijak. "Marilah kita bijak dalam menyikapi perbedaan dengan memperdalam ilmu pengetahuan dan menyucikan hati agar bening," tambahnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



