Jakarta, Bimas Islam -- Dalam pengelolaan zakat, Kemenag membangun kerja sama dan sinergi dengan BAZNAS dan LAZ. Hal itu disampaikan Kasubdit Akreditasi dan Audit Zakat, Muhibuddin saat memberi arahan sekaligus menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akreditasi Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) di Jakarta, Kamis (15/6/2023).
Muhibuddin mengatakan, silaturahmi menjadi hal yang sangat penting dilakukan antara pemerintah dengan stakeholder pengelola zakat. Menurutnya, penting menjaga jejaring dengan BAZNAS dan LAZ di provinsi maupun kabupaten/kota.
“Harapan saya, selain dari kami yang melakukan pendampingan, terlebih dahulu kami mohon bapak/ibu (Kanwil Kemenag) dapat melakukan pendekatan atau silaturahmi terlebih dulu ke teman-teman di LAZ, sehingga nantinya tidak gagap dokumen apa yang harus disiapkan, dan tidak tahu harus berbuat apa ketika audit,” harapnya.
Kanwil Kemenag, menurutnya, perlu berinisiatif melakukan pendekatan kepada BAZNAS dan LAZ, karena hal tersebut merupakan tuntutan kolaboratif pelaksanaan program di Kemenag.
“Pokoknya jangan sampai ada jarak dengan teman-teman LAZ dan BAZNAS,” ujarnya.
“Program-program yang dijalankan oleh Pak Dirjen atau Pak Menteri ada Kampung Zakat, Pengembangan Ekonomi Umat, dan Inkubasi Wakaf Produktif. Itu bisa menjadi tema yang bisa kita sinergikan dalam silaturahmi,” pungkasnya.
Kegiatan Bimtek Akreditasi LPZ ini diikuti perwakilan Kanwil Kemenag seluruh Indonesia. Mereka diharapkan mampu melakukan asesmen sertifikasi di wilayahnya masing-masing.
Fn/Mr



