Bantul, Bimas Islam --- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membentuk Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari 600.000 anggota yang terbagi ke dalam 200.000 tim. Masing-masing tim beranggotakan Penyuluh Keluarga Berencana (KB), Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Bidan Puskesmas.
"Tim Percepatan Penurunan Stunting sudah membentuk Tim Pendamping Keluarga sebanyak 200.000 tim. Setiap tim terdiri dari tiga orang sehingga jumlahnya 600.000 orang," ungkap Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo di Pendopo Parasamya Pemkab Bantul, Jumat (11/3/22).
Dalam Launching Program Pendampingan, Konseling, dan Pemeriksaan Kesehatan 3 Bulan Pranikah sebagai Upaya Pencegahan Stunting dari Hulu kepada Calon Pengantin ini, Hasto menyampaikan, penurunan stunting sangat penting dipercepat demi melahirkan generasi berkualitas.
Dalam praktiknya, Tim Pendamping Keluarga akan bekerja sama dengan KUA Kecamatan dalam melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap calon pengantin. Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur kadar hemoglobin, tinggi badan, berat badan, dan lingkar lengan atas.
"Tiga bulan pranikah akan dilakukan pemeriksaan. Kalau hasilnya bagus, calon pengantin dinyatakan siap menikah dan siap hamil. Jika hasilnya anemia atau under nutrition, calon pengantin akan diberi edukasi sehingga tingkat kesehatannya bertambah baik saat akan menikah," tandas Hasto dalam acara yang dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ini.
Hasto juga menyampaikan pentingnya kerja sama lintas sektor. Pasalnya, penurunan stunting merupakan amanah Presiden Joko Widodo yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
"Kita sangat membutuhkan kerja sama lintas sektor untuk penurunan stunting dan masalah keluarga. SDM kita harus unggul. Kondisi kesehatan calon pengantin sangat berpengaruh terhadap kualitas kesehatan generasi sehingga kita harus memberikan perhatian pada hal itu," tegas Hasto.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kesehatan 3 bulan pranikah akan disinergikan dengan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Calon Pengantin (Catin) pada KUA Kecamatan. Selain pemeriksan kesehatan, Catin akan dibekali dengan ilmu agama, kesehatan reproduksi, menajeman keuangan, dan manajamen konflik yang disampaikan melalui Bimwin.
Hadir dalam kegiatan ini, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin; Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar; Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, M. Adib; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor; Direktur Penerangan Agama Islam, Syamsul Bahri, dan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



