Magelang, Bimas Islam -- Penyuluh Agama Islam KUA Candimulyo bersama Majelis Tabligh Pengurus Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Magelang bersinergi mencegah maraknya kawin anak. Sinergi diwujudkan melalui Perempuan Mengaji yang dihelat secara daring dan luring.
"Perempuan Mengaji rutin kita laksanakan. Terbaru di SMP Muhammadiyah Muntilan. Peserta luring ada 20 orang, daring sekitar 80 orang," ungkap Azizah di Magelang, Rabu (7/9/22).
Peserta yang mengikuti kajian daring berasal dari Pengurus Muhammadiyah Pusat, Wilayah, Daerah, dan Cabang. "Ada juga masyarakat umum dan Penyuluh Agama Islam dari berbagai daerah," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Azizah selaku narasumber menyuarakan pencegahan kawin anak. Ia menamainya dengan Gerakan Pencegahan Kawin Bocah (Gerceg Wincah).
"Sosialiasi, kampanye, dan ajakan pencegahan kawin anak terus kita lakukan. Mencegah perkawinan anak merupakan salah satu jalan lahirnya generasi berkualitas," terang Azizah.
Azizah juga rutin melakukan sosialisasi Gerceg Wincah di sekolah-sekolah. Selain diberikan wawasan pentingnya berprestasi di usia dini dan melakukan persiapan pernikahan dengan matang, siswa juga disiapkan menjadi konselor sebaya.
"Kita optimis, adik-adik yang telah mendapatkan materi bisa berbagi dengan sesamanya dalam berbagai forum diskusi dan obrolan sehari-hari hingga memahami bahwa nikah di usia anak memiliki sejumlah risiko negatif," tegas Azizah.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Fauji Ridwan Juara MTQ Internasional, Diharap Jadi Inspirasi Generasi Muda
Jakarta, Bimas Islam — Prestasi Muhammad Fauji Ridwan yang meraih juara pertama cabang Tilawah Al-Qur’an Putra pada ajang internasional di Malaysia…



