Temanggung, Bimas Islam --- Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah terus berupaya merekatkan kerukunan antarumat beragama. Upaya ini ditempuh melalui berbagai kegiatan yang melibatkan sinergi dari berbagai organisasi masyarakat.
Terbaru, Pokjaluh Temanggung melibatkan Komando Kesiapsiagaan Muda (Kokam) Muhammadiyyah dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dalam Kemah Kerukunan. Kegiatan ini dikemas dalam rangkaian perayaan Iduladha 1443 H.
"Ini di luar ekspektasi. Saat awal mendapat undangan, saya merasa pesimis. Ketika datang, ternyata luar biasa. Ada peserta kemah yang sudah sepuh, dosen, dan pengusaha. Penyuluh Agama, Kokam dan Banser bersinergi luar biasa dan sangat nyata," ungkap Ketua Pokjaluh Provinsi Jawa Tengah, Mahsun di Temanggung kepada bimasislam, Selasa (19/7/22).
Mahsun menjelaskan, Kemah Kerukunan dilaksanakan di Dusun Ngadiroso, Desa Wonokerso, Kecamatan Pringsurat. "Masyarakatnya multiagama tapi rukun," puji Mahsun.
Mahsun menambahkan, Kemah Kerukunan juga menjadi sarana penguatan Moderasi Beragama di tengah masyarakat. Kegiatan ini didukung Rumah Amal Salman, Bandung dan Yayasan Khairul Umah Amanah, Semarang.
"Sinergi lintas ormas dan agama akan terus kita jalin untuk menguatkan persatuan di Indonesia. Berbeda bukan ancaman, tetapi sarana bagi kian rekatnya kerukunan," pungkas Mahsun.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



