Nganjuk, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam hadir di tengah masyarakat dengan beragam inovasi program bimbingan dan penyuluhan (Bimluh). Tak hanya inovatif, program bimluh juga berorientasi solusi bagi masyarakat.
"Program donor darah ini rutin sejak 2020 saat Covid-19 masuk ke Indonesia. Kita ingin berikan solusi kepada masyarakat," ungkap Penyuluh Agama Islam, Diah Pinawati di Sukomoro kepada bimasislam, Selasa (7/9/21).
Hingga hari ini, program donor darah yang menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini sudah dilakukan sebanyak lima kali. Pada kali kelima, tambah Diah, ada penurunan capaian kantong darah.
"Biasanya bisa mencapai 42 kantong. Tapi kali ini hanya 28 kantong. Karena ada beberapa kegiatan bersamaan sehingga beberapa pendonor rutin tidak bisa hadir," tambah Diah.
Program ini diinisiasi oleh 8 Penyuluh Agama. Tak hanya Penyuluh, pendonor juga berasal dari masyarakat umum.
"Semoga ini menjadi kontribusi aksi nyata Penyuluh Agama Islam untuk membantu kesulitan sesama," terang Diah.
Dihubungi terpisah, Pemangku Tusi Penyuluh Agama Islam dan SI Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim, AW Evendi memberikan apresiasi atas program donor darah yang diinisiasi Penyuluh Kecamatan Sukomoro ini.
"Prinsip utama di dalam dakwah berupa keteladanan, bukan sekadar retorika kata-kata yang sudah biasa digemakan. Semoga Penyuluh makin berkah," tegas Evendi.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



