Mamuju, Bimas Islam --- Ditjen Bimas Islam melalui program Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama RI, menggelar Sosialisasi Kebijakan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, di Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan sosialisasi yang dibuka oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Moh. Agus Salim ini mengagendakan beberapa bahasan antara lain terkait penguatan pola dan sistem koordinasi, tata kelola bimbingan dan layanan, serta memperkuat garis koordinasi dan evaluasi di Bidang Urais Binsyar dari pusat hingga daerah.
Dalam pemaparannya Direktur menekankan tujuan utama dari diagendakannya program Sosialisasi Kebijakan yang menyasar arah efektifitas layanan keagamaan pada struktur Urais Binsyar di tingkat daerah.
“Melalui program yang rencananya ditempatkan pada tiga titik daerah dari total 34 provinsi di Indonesia ini, memiliki semangat penguatan sistem layanan keagamaan, utamanya yang berbasis pada sistem kebijakan pemerintah yang efektif, sehingga apa yang kita harapkan berupa linieritas program dari pusat hingga daerah dapat tercapai”, papar Agus.
Dijelaskan lebih lanjut oleh Agus, peran layanan keagamaan Islam yang dimotori bidang Urais Binsyar, baik pada hisab rukyat syariah, kemasjidan, bina paham keagamaan Islam, hingga kepustakaan islam konkretnya harus direspon aktif dan ditindaklanjuti oleh semua pihak.
“Kegiatan sosialisasi kebijakan yang secara perdana dilakukan di Provinsi Sulbar ini merupakan langkah aktif, yaitu guna membangun sinergi program mulai dari konsultasi syariah, pengukuran arah kiblat, unifikasi kalender hijriyah, pemenuhan layanan kemasjidan, fasilitasi bantuan, pembinaan paham keagamaan Islam, hingga penguatan sistem literasi dan kepustakaan islam, karenanya bentuk respon aktif dan tindak lanjut dari struktur di daerah ini sangat dinantikan”, jelas mantan Inspektorat Wilayah III Itjen Kemenag ini.
Dalam kesempatan yang sama, bertempat di Hotel D Maleo Kota Mamuju Rabu (4/9), Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat Muhamad Muflih, menyampaikan bentuk apresiasinya atas program sosialisasi kebijakan Bidang Urais Binsyar yang menjadikan Provinsi Sulawesi Barat sebagai tuan rumah kegiatan, selain terkait pula dukungan pada layanan keagamaan yang selama ini telah menjadi ruh berjalannya roda organisasi Kementerian Agama.
“Program sosialisasi ini sejatinya merupakan bentuk keberkahan tersendiri bagi kami di Provinsi Sulawesi Barat, kami sangat bersyukur dan memberikan apresiasi penuh kepada Ditjen Bimas Islam Pusat, karena seperti dipahami bahwa organisasi Urais Binsyar ini adalah ruh dari keberadaan Kementerian Agama.
Kakanwil pun mengajak kepada seluruh peserta sosialisasi agar dapat menyatukan langkah terutama dalam menjadikan moderasi beragama (red: yang telah menjadi satu dari tiga mantra selain kebersamaan umat dan integrasi data) sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan beragama di tengah-tengah umat dan bangsa Indonesia.
“Peran dari kegiatan yang berfokus pada pembahasan bidang-bidang urais binsyar baik mulai dari kemasjidan, hisab rukyat syariah, bina paham keagamaan dan Kepustakaan Islam, kesemuanya itu senantiasa kita landaskan pada gagasan moderasi dalam beragama, karena dengan posisi yang wasatiyah atau berada di tengah-tengah ini dapat menciptakan kehidupan yang rukun, damai dan bermartabat seperti yang sama-sama kita cita-citakan,” ajak Muflih.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (4-5/9) ini, dihadiri oleh 50 orang peserta, terdiri atas Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota Se Provinsi Sulbar, Kasi di lingkungan Kanwil Prov. Sulbar, Perwakilan Ormas Islam, NU, Muhammadiyah, Hidayatullah, DDII, pejabat esselon III dan IV, serta staf di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
Penulis: Syafaat
Editor: Syafaat
Foto: Bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



