Yogyakarta, Bimas Islam --- Pustakawan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Sri Astuti mengatakan kepustakaan Islam sangat berpotensi menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di masyarakat.
"Langkah Kementerian Agama yang dilakukan saat ini bisa memantik minat baca anak Indonesia, dan juga masyarakat pada umumnya, sehingga perpustakaan bisa menjadi salah satu media menanamkan nilai moderasi beragama," ujar Sri saat menjadi narasumber pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Perpustakaan Lembaga Islam di Masa Pandemi Covid-19, di Hotel Sahid Yogyakarta, Kamis (8/4).
Bimbingan Teknis (Bimtek) perpustakaan lembaga Islam yang digelar Subdit Kepustakaan Islam Direktorat Urais Binsyar Kemenag ini, menurut Sri akan mengoptimalkan sistem manajeman perpustakaan.
"Transformasi perpustakaan konvensional dengan digitalisasi akan terus berdampingan, namun keduanya akan saling melengkapi pada tersedianya berbagai bahan bacaan yang bersifat informatif, dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat,” katanya.
Pustakawan muda itu mengungkapkan rasa bangga terhadap perhatian Kementerian Agama kepada perpustakaan keagamaan di Indonesia.
"Semoga kedepannya perpustakaan dapat memenuhi harapan masyarakat sebagai perpustakaan ideal yang menjadi referensi, dan tentunya mampu melayani masyarakat dengan baik," ungkapnya.
Acara yang digelar oleh Subdit Kepustakaan Islam Direktorat Urais Binsyar Kemenag itu, dihadiri oleh 42 peserta terdiri dari unsur Kemenag Pusat, Kemenag Provinsi dan Kabupaten, Perpustakaan Masjid dan Ormas Islam dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, salah satunya melakukan rapid test antigen terlebih dahulu sebelum mengikuti rangkaian acara sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



