Jakarta, Bimas Islam -- Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama, Hassanuddin Ali mendorong Bimas Islam untuk memperhatikan kebutuhan generasi Muslim baru terkait literasi keagamaan dan penyaluran dana sosial. Hal itu disampaikan dalam Rakernas Bimas Islam 2023 pada sesi "Akselerasi Moderasi Beragama dalam Optimalisasi Pengawasan Dana Sosial Umat", Selasa (14/2/2023).
Stafsus mengungkapkan kendala Bimas Islam dalam pemenuhan literasi keagamaan bagi generasi Muslim baru. Kendala tersebut, misalnya mayoritas penyuluh agama berusia di atas 40 tahun dan tinggal di desa-desa. Pendekatan yang dilakukan pun, menurutnya, masih sangat konvensional.
"Apakah Bimas Islam sudah memiliki instrumen untuk menjangkau generasi itu? Mayoritas penghulu kita berusia di atas 40 tahun, berada di desa-desa dan pendekatannya masih sangat konvensional," ujarnya.
"Sehingga, generasi tersebut mencari alternatif terkait (kebutuhan) literasi keagamaan mereka. Mereka melihat, mendengar, menonton penceramah di Youtube, yang kita tahu, tidak semua penceramah tersebut memiliki kapasitas keilmuan," sambungnya.
Stafsus menyampaikan, generasi Muslim baru juga memiliki potensi besar untuk menyalurkan dana ke sejumlah lembaga donasi. Ia menjelaskan, di antara karakter generasi Muslim baru adalah memiliki semangat tinggi dalam mempelajari agama dan tidak ragu berdonasi. Dikatakannya, Bimas Islam bertugas memastikan dana yang mereka salurkan sesuai peruntukannya.
"Niat mulia generasi kita untuk mendonasikan hartanya, jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan yang bertentangan dengan negara dan kemaslahatan umat. Ini tugas kita (Bimas Islam), memastikan dana yang terkumpul itu betul-betul disampaikan kepada yang berhak," pungkasnya.
(Penulis: Mr/Sk)



