Jakarta, Bimas Islam -- Sebanyak 53% penduduk Indonesia adalah kaum milenial. Karenanya, para peserta Coaching Clinic penting untuk melihat data agar menjadi panduan dalam menuliskan naskah khotbah Jumat.
Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Agama, Muhammad Nuruzzaman saat menjadi narasumber pada kegiatan Coaching Clinic Penulisan Naskah Khotbah Jumat yang digelar di Jakarta, Selasa (9/5/2023).
“Dikutip dari penelitian yang dilakukan oleh Staf Ahli Menteri Agama, Hasanuddin Ali bahwa dari 53% penduduk Indonesia, ditemukan sebanyak 30 juta orang New Urban Muslim yang memiliki ciri yaitu milenial, kelas menengah, terdidik, dan semangat keberagamaan yang tinggi. Olehnya itu, saya berpesan kepada para peserta agar menjadikan ini sebagai pedoman dalam menulis naskah khotbah,” paparnya.
Lebih lanjut diterangkannya, milenial yang dimaksud adalah mereka yang berada di umur 40 tahun ke bawah. Untuk itu, peserta harus melek terhadap teknologi sebab kaum milenial sangat aktif di sosial media.
“Sedangkan kelas menengah itu adalah mereka yang memiliki kebutuhan 150 rb perhari. Dan, terdidik yang dimaksud adalah mereka yang mendapat akses pengetahuan yang layak dan ini kebanyakan kita temukan di kota-kota,” tambah Nuruzzaman.
“Yang terakhir, ini sangat penting untuk dipahami, sebab ada masyarakat yang semangat beragamanya tinggi tetapi pemahaman agamanya rendah. Untuk itu, Kemenag melalui program ini diharapkan mampu melahirkan para penulis khotbah Jumat yang bisa memberikan pencerahan kepada New Urban Muslim tadi,” tandasnya.
Kegiatan Coaching Clinic Penulisan Naskah Khotbah Jumat diharapkan mampu menerbitkan naskah-naskah khotbah Jumat yang berbasis data. Turut hadir dalam kegiatan, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib, Koordinator Fungsi Kepustakaan Islam, Abdullah Alkholis, Tim Fasilitator, dan diikuti secara Luring dan Daring oleh 146 peserta.
Wcp/Sk



