Jakarta, Bimas Islam-- Majelis taklim di Indonesia berperan penting dalam menjaga persatuan. Lebih dari sekadar wadah pengajaran agama, majelis taklim berkontribusi dalam menjaga toleransi dan kedamaian.
"Majelis taklim adalah aset berharga bangsa yang harus terus didukung dan diberdayakan. Kontribusinya dalam menjaga persatuan, toleransi, dan memajukan bangsa tidak dapat dipandang sebelah mata," ujar Staf Khusus Menteri Agama, Adung Abdul Rochman, pada Silatnas Pokja Majelis Taklim, Sabtu (3/8/2024) di Jakarta.
Tradisi paguyuban dan kegiatan sosial keagamaan seperti tahlilan, maulidan, dan yasinan, menemukan wadah ideal dalam majelis taklim. Tradisi ini berperan penting dalam menjaga kedamaian dan persatuan, serta mencegah perpecahan.
Majelis taklim, melalui ceramah keagamaan, mengajarkan nilai-nilai agama sekaligus menanamkan pentingnya ketentraman, kebangsaan, perdamaian, dan harmoni sosial. Hal ini membuat Indonesia dikenal sebagai negara yang toleran dan bersatu.
Selain itu, majelis taklim juga mencegah penyebaran paham-paham yang menyimpang. Ini membantu terciptanya pemahaman agama yang moderat dan toleran di tengah masyarakat.
Dalam pembangunan nasional, majelis taklim memiliki peran strategis di bidang agama. "Majelis taklim memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter masyarakat yang religius dan toleran. Melalui kegiatan-kegiatannya, majelis taklim mampu menciptakan ruang dialog antarumat beragama yang sangat diperlukan dalam menjaga harmoni sosial," kata Adung.
Msk/Mr



