Surakarta, Bimas Islam -- Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Bimas Islam Kementerian Agama, Ismail Fahmi mengatakan, pihaknya menargetkan dua ribu layanan per tahun. Hal itu ia sampaikan saat berbicara pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Bidang Urais dan Binsyar bagi Kepala KUA Revitalisasi, Senin (10/4/2023) di Surakarta.
“Ini masuk ke Renstra (Perencanaan Strategis), khususnya Subdit Hisab Rukyat dan Syariah. Kami memiliki target, dua ribu layanan yang akan dilakukan Bimas Islam,” ujarnya.
Menurut Ismail, KUA harus memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. KUA cukup menggunakan ponsel untuk memberi layanan terbaik pada masyarakat, seperti misalnya, layanan konsultasi syariah melalui pesan WhatsApp.
Dikatakan Ismail, layanan yang dilakukan KUA ke depan perlu dicatat dan didokumentasikan. “Setiap yang datang ke KUA ini (yang mengadukan persoalannya) didaftarkan terlebih dahulu. Misalnya, mereka menanyakan taharah saja, ini sudah termasuk layanan syariah. Berlaku juga pada layanan konsultasi rukun haji, layanan khotbah Jumat, dan lainnya. Kita ingin layanan ini terdokumentasi dengan rapi,” jelasnya.
Menurut Ismail, layanan yang terdokumentasi dengan baik bisa dilaporkan berjenjang dari KUA sampai ke pusat dan menjadi data penting Kementerian Agama. Menurutnya, data tersebut juga bisa memetakan perkembangan program Revitalisasi KUA yang tengah digalakkan.
“Nanti layanan ini bisa didaftarkan ke KUA, dilaporkan ke Kankemenag, dan dilaporkan ke pusat," tandasnya.
Ba/Mr



