Banda Aceh, Bimas Islam --- Moderasi beragama menjadi salah satu program unggulan yang digelorakan Kementerian Agama RI dalam beberapa tahun terakhir. Program tersebut menjadi jalan tengah untuk mengatasi persoalan antaragama di Indonesia.
Untuk menyukseskan program tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Iqbal meminta penghulu menjadi teladan dalam kehidupan moderasi beragama bagi masyarakat.
"Penghulu mesti memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang maksud moderasi agama, bagaimana pola pikir keagamaan secara menyeluruh, tidak secara parsial. Ketika dipahami parsial maka akan menjadi persoalan. Ketika disampaikan menyeluruh dengan dalil-dalil, persoalan di masyarakat akan teratasi,” kata Iqbal dalam keterangannya di Aceh, Jumat (16/4).
Menurut Iqbal, penghulu memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat. Penghulu, kata dia, dianggap sebagai orang yang paham agama dan mampu menyelesaikan segala persoalan sosial masyarakat sehingga penghulu kerap kali dilibatkan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan.
Karena penghulu dianggap orang yang paham tentang Agama Islam, Iqbal kembali meminta penghulu untuk menjalankan tugas sebagaimana yang digariskan agama. Lakukan pekerjaan sesuai prosedur agar tidak menghadapi persoalan di kemudian hari.
“Administrasi di Kantor Urusan Agama harus dicatat dengan baik, pemeriksaan buku nikah, pemeriksaan akta nikah dan dalam administrasi-administrasi yang lain. Dengan kata lain harus benar secara agama dan benar secara aturan," pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



