Palembang, Bimas Islam --- Revitalisasi KUA yang digenjot Menteri Agama, Yaqut Cholis Qoumas merupakan program prioritas yang berfokus pada pelayanan keagamaan dan keluarga di masyarakat. Dalam menyukseskan Revitalisasi KUA, petugas KUA didorong dekat dengan masyarakat.
"Revitalisasi KUA lahir dari fakta bahwa masyarakat butuh layanan keagamaan dan keluarga. Namun, masih ada KUA yang berjarak dengan persoalan masyarakat. Padahal, untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, KUA tidak boleh berjarak dari masyarakat," ungkap Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, M. Adib di Palembang, Rabu (13/7/22).
Dalam acara Bimtek Petugas Layanan KUA di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini, pria yang akrab disapa Gus Adib ini memaparkan sejumlah persoalan keagamaan dan keluarga yang dihadapi masyarakat.
"Tingginya angka perceraian, perkawinan anak, persoalan remaja, kekerasan berbasis agama, stunting, kekerasan dalam rumah tangga, kemiskinan, kematian ibu dan bayi, kehamilan remaja, dan putus sekolah," urai Gus Adib memberi contoh.
"Mengapa kita fokus pada persoalan keluarga dan keagamaan? Karena itu mandat negara untuk KUA," tegasnya.
Hadir dalam kegiatan ini, Kakanwil Kemenag Provinsi Sumsel, Syafitri Irwan, Kabid Uraisy Binsyar Kanwil Kemenag Sumsel, Khusrin, Kasubdit Bina Kelembagaan KUA, Wildan Hasan Syadzili, dan para Subkoordinator pada Subdit Bina Kelembagaan KUA Ditjen Bimas Islam.
Sebelumnya, Bimtek serupa dilaksanakan di Provinsi Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Bimtek di Sumsel diikuti petugas KUA Revitalisasi dari Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan.
"Hapus jarak dengan masyarakat. Dekat dan selesaikan persoalan agama dan keluarga yang dihadapi masyarakat," tegas Gus Adib.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



