Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mendorong kepada seluruh penyuluh agama Islam dan penghulu jangan pernah berhenti belajar. Hal ini sebagai bentuk menyukseskan Revitalisasi KUA salah satu program prioritas Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.
“Mutu dan kualitas yang diberikan merupakan tuntutan Revitalisasi KUA dalam memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Dirjen saat membuka Bimtek Fasilitator Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin Angkatan 2 di Orchadz Hotel Industri, Jakarta Pusat, Selasa (25/05).
Dirjen meyakini, penyuluh dan penghulu berkualitas memiliki hubungan dengan layanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Saya selalu menganjurkan penyuluh dan penghulu tidak boleh berhenti belajar, membaca, dan akumulasi intelektual,” ujarnya.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini mengatakan, penyuluh dan penghulu bisa belajar dari buku, kitab, dan sejumlah informasi lainnya untuk memperluas horizon, wawasan, dan cakrawala pengetahuan. Sehingga bisa menjadi rujukan masyarakat soal masalah keagamaan.
“Selain itu juga bisa belajar dari dinamika sosial keagamaan yang sedang terjadi di masyarakat, serta terlibat dalam aktivitas keagamaan, keumatan, dan sosial kemasyarakatan. Sehingga respons yang diberikan terhadap persoalan yang terjadi adalah kombinasi antara pengetahuan kognitif yang luas,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



