Bondowoso, Bimas Islam --- Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kabupaten Bondowoso, Imam Huzaeni baru saja mengikuti vaksinasi Covid-19. Imam mengaku, vaksin Covid-19 aman dan tidak memiliki efek samping.
"Penyuluh harus memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, termasuk dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Setelah divaksin, penyuluh bisa lebih meyakinkan masyarakat melalui majelis taklim, musala, masjid, dan tempat penyuluhan lain bahwa vaksin Covid-19 itu aman dan tidak ada efek samping," ungkap Imam kepada Bimas Islam usai disuntik vaksin Covid-19, Senin (8/3/21).
Imam menuturkan, sebanyak 184 Penyuluh Agama Islam (PAI) non-PNS di Bondowoso mengikuti proses vaksinasi Covid-19. Kegiatan yang dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Solihul Kirom dan Kasubbag Tata Usaha Muftiyatul Karimah dilangsungkan di MAN Bondowoso.
"Kegiatan berlangsung dan berjalan lancar berkat kerjasama semua pihak. Kami melaksanakan dan mensukseskan program pemerintah dalam rangka mencegah, memutus, dan semoga pandemi Covid-19 segera berakhir," tambahnya.
Imam yang juga mengikuti kegiatan vaksinasi ini mengajak penyuluh lain di seluruh Indonesia untuk tidak khawatir dan menepis berita hoaks terkait vaksin Covid-19.
"Penyuluh adalah ujung tombak Kementerian Agama sehingga bisa menyebarkan berita positif tentang vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Selain untuk menepis berita hoaks, ikut vaksinasi merupakan usaha meyakinkan masyarakat agar tidak merasa takut dan khawatir ketika akan divaksin," tambah Imam.
Imam juga mengingatkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan 5 M sesuai Instruksi Menag Nomor 1 Tahun 2021, meliputi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



